First Case :
Potongan hilang dari keluarga
-PROLOG-
Pada tanggal 7 Maret saat itu, Pihak Istana sedang membuka tur bagi warga Saint Haven, adventurer, dan penduduk luar untuk melihat-lihat isi dalam istana, dan disana mereka bisa bertemu dengan beberapa pejabat istana, bangsawan, dan juga barang-barang berharga milik kerajaan yang tersimpan rapih di Royal Palace Treasure Warehouse. Ketika memasuki bagian dalam Treasure Warehouse tersebut, pemandu mulai berbicara menjelaskan apa-apa saja yang ada di dalam tempat tersebut. " Baiklah para pengunjung sekalian, kita bisa melihat foto-foto para pemimpin kerajaan, seperti Pendiri Kerajaan Saint Haven, tuan Feder, lalu ada Knight King, Cassius, serta tentu saja pemimpin kerajaan ini saat ini yang memiliki nama yang sama dengan pendahulunya dan masih berusia muda, Raja Cassius. " Jelas sang pemandu.
"Baiklah, apa disini ada yang ingin bertanya", tanya pemandu tur.
Lalu seorang remaja pun bertanya kepadanya "Apakah Raja muda kita punya jasa-jasa terhadap kerajaan ini, sepertinya dengan usianya yang masih muda dia terlihat tak bisa apa-apa untuk negeri ini"
Dengan muka tak senang si Pemandu membalas "Lalu apa jasamu untuk negeri ini ? memang dia masih muda dan baru diangkat sebagai raja, tapi setidaknya hormati dia sebagai pemimpin kerajaan Saint Haven. Ingatlah jika dikerajaan ini memiliki aturan jika menghina raja adalah hukum yang cukup berat !."
Dan akhirnya remaja tersebut diam....
Tur pun berlanjut ke bagian yang menunjukan kekayaan lain milik istana.
"Jika anda lihat ke sisi kanan akan ada jubah yang dikenakan keluarga kerajaan dan.... " Sang Pemandu menjelaskan dan menunjukkan segala isi bagian tersebut mulai dari pakaian khusus upacara kerajaan hingga mahkota yang pernah digunakan Raja terdahulu dan keluarga kerajaan.
" Nah, anda bisa melihat mahkota-mahkota ini. Tapi sayangnya para pengunjung sekalian tak bisa melihat Mahkota milik Raja Feder, karena memang ada aturan yang tak membolehkan. Di bagian yang saya tunjukan ini adalah Mahkota yang digunakan Raja-Raja Saint Haven untuk upacara kenegaraan, dan disebelah kanannya adalah Mahkota Ratu, dan Mahkota untuk Pangeran ataupun Putri." jelas pemandu.
Keanehan mulai terjadi..... Lampu dalam Ruangan Penyimpanan kekayaan kerajaan mulai redup dan mati, menciptakan suasana gelap gulita didalamnya. Hanya suara panik yang terdengar di dalamnya, Royal Guard dan panitia tur mencoba menenangkan para pengunjung. Selang beberapa menit lampu menyala kembali, dan susana kembali kondusif.
"Maaf para pengunjung sepertinya ada masalah teknis disini, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami para Royal Guard akan menyisir ruangan ini." Jelas sang kepala Royal Guard sambil memerintahkan pasukannya untuk memeriksa ruangan Royal Palace Treasure Warehouse.
Selama pemeriksaan, seorang gadis kecil bertanya kepada Pemandu tur. " Om, Mahkota disini ada empat, kan? "
"Tentu Saja" jawab si Pemandu. " Koq aku tadi liatnya cuma ada 1 ?, tiga lagi kemana ? " Gadis kecil bertanya keheranan.
" Oh tenang saja, tak akan hilang !, karena tentunya tempat ini dijaga dan diawasi ketat, jadi mana mungkin mahkotanya bisa mejadi hiii........LAAAAANNNNGGGGG" respon si pemandu sambil melihat ke arah tempat pemajangan mahkota.
"MAHKOTA HILANG !!! MAHKOTA RATU DAN ANAK KERAJAAN HILANG !!! " Pemandu berteriak keras hingga membuat Royal Guard kaget tak terkira.
Dua Royal Guard yang bertugas menjaga mahkota saat itu langsung di periksa dan tur pun saat itu dibatalkan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Para Royal Guard memberitakan hal ini kepada sang General, dan General Douglas mulai memberikan dua perintah, yaitu Penyelidikan secepatnya dan mencari ketua guild khusus kerajaan, Private Eye untuk bekerja sama menemukan mahkota-mahkota itu.Berjam-jam mencari akhirnya di Ruangan kerja milik Douglas langsung kedatangan tamu, Ketua Guild Private Eye seorang Gladiator, Wick Dayman.
General Doulgas memulai perbincangan, " Hai teman lama apa kabar, bagaimana guild barumu ? apa sudah terkenal sebagai guild para detektif, ahahahaha."
"Jangan memujiku terus, Doug. Jarang sekali kau memanggilku ke dalam tempatmu ini,... jaraang sekali. Kau pasti punya urusan penting." Jawab Wick dengan dinginnya.
"Tentu ada yang akan kuberitahu.... ambil ini" kata General sambil melempar koran yang baru datang itu kepada Gladiator tersebut.
Wick pun mulai membaca koran tersebut dan mulai memberikan kesimpulan setelahnya " Jadi,... Kau punya pekerjaan untukku."
Dengan serius Douglas menjawab iya. Dan diapun mulai menjelaskan apa yang diberitakan selama ini bahwa ada pencurian tak terduga di Istana.
"Kau tahu Doug, kau memiliki elit yang disebut Royal Knights. Kenapa tak minta mereka ?" Wick bertanya.
"Aku bisa melakukannya sendiri (*sebenarnya) tetapi disana terdapat suatu bukti yang membuat para elit yang kau sebut itu bingung" Douglas membalasnya sambil memperlihatkan 2 barang bukti.
Dua barang bukti itu adalah sebuah bendera kerajaan dan kertas berisi seperti puisi atau semacamnya yang ditulis Ratu terakhir yang berisi seperti curahan hati milik penulis, yang berbunyi :
" Dari dahulu aku memang tak suka menjadi ratu di sini
Dan menjadi bagian dari kerajaan ini
Dari reruntuhan kulihat Ratu berdiri di atas yang lain
Dari dalam kegelapan kulihat Ratu memiliki anak-anak yang banyak dan setia
Dari dalam hutan aneh kulihat Ratu setia pada Rajanya
Dapatkah daku bisa menjadi dia ?
Dan ketika kalian melihat semuanya, yang kalian agungkan akan menjadi tak terlihat
Dan kalian akan tunduk padaku untuk selama-lamanya "
"Baik, untuk apa puisi ada diatas tempat penyimpanan mahkota ? untuk publisitas ? dan kenapa Mahkota sang Raja tak dicuri ? apakah mahkotanya bau atau tak berharga ?" Keheranan Wick.
" Jika kau ingin menjawab semuanya, akan kuberi waktu yang kau perlukan. Bagaimana ?" Jawab General.
"Ehehehe, aku tak pintar meneliti hal yang berbau simbol-simbolan,... Tapi ! ada satu orang yang akan menggantikanku dan dia mungkin tertarik akan hal ini."
Beberapa hari kemudian tepatnya 14 Maret, ketika aku menunggu hasil penempaan senjata ku di tempat Blacksmith Berlin, ada surat yang ada di Mailbox-ku. Dan itu dari ketua dan menawarkan pekerjaan ini beserta bayaran jika kasus ini selesai. Dan aku-pun membalas surat Ketua bahwa aku menerima pekerjaannya karena sedang tidak ada kerjaan. Aku pun langsung membatalkan proses tempa dan berangkat menuju Kantor General Douglas di dalam Royal Palace....
--> Berlanjut ke Chapter 2 : Isi dari 8 Baris
